Jumat, 12 Agustus 2011

PENYAKIT KULIT DALAM PENCAIRAN DANA

Kudis (Kurang Disiplin):

A. Pemrosesan tagihan tidak sesuai jadual waktu yang ditetapkan pada PMK Nomor PMK-170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas beban APBN Pada Satker;

B. Pertanggungjawaban TUP melampaui waktu 1 bulan (kecuali ada dispensasi dari Kanwil DJPB);

C. Penggunaan UP/TUP yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku (Misalnya: UP/TUP digunakan untuk akun yang tidak diperbolehkan, TUP digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dilaksanakan);

D. Lalai dalam menyampaikan Rencana Penarikan Dana dengan Aplikasi Forecasting Satker (AFS);

E. Lambat dalam proses pengadaan barang/jasa sesuai Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

F. Validasi SSP oleh KPA/Pejabat lain yang ditunjuk tidak dilakukan dengan tanda tangan basah.

Kurap (Kurang Rapi):

A. Berkas SPM tidak disusun dengan baik sesuai dengan persyaratan yang ditentukan;

B. SPM TUP diberi tanggal mendahului Surat Persetujuan TUP dari Kepala KPPN/Kepala Kanwil DJPB;

C. Persyaratan SPM tidak lengkap dan/atau sebaliknya terlalu lengkap dengan melampirkan dokumen yang tidak dipersyaratkan (Misalnya: Surat Permintaan Pembayaran, Surat Pernyataan, SPTB untuk SPM-LS pada POLRI);

D. Terdapat cacat penulisan pada SSP dan/atau dokumen lainnya.

Kutil (Kurang Teliti):

A. Hardcopy & Softcopy SPM tidak sama;

B. Penggunaan Kode Akun yang keliru;

C. Pengisian elemen data pada SPM dan lampirannya tidak tepat dan tidak lengkap;

D. Kesalahan rekening penerima pembayaran (RETUR SP2D)

Kuman (Kurang Iman):

A. Pemalsuan SSP/SSBP/SSPB;

B. Pengeluaran fiktif

C. Pemalsuan SPM (tanda tangan bukan tanda tangan basah, tanda tangan hasil scan atau fotocopy, tanda tangan asli tapi palsu/aspal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar