Kudis (Kurang Disiplin):
A. Pemrosesan tagihan tidak sesuai jadual waktu yang ditetapkan pada PMK Nomor PMK-170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas beban APBN Pada Satker;
B. Pertanggungjawaban TUP melampaui waktu 1 bulan (kecuali ada dispensasi dari Kanwil DJPB);
C. Penggunaan UP/TUP yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku (Misalnya: UP/TUP digunakan untuk akun yang tidak diperbolehkan, TUP digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dilaksanakan);
D. Lalai dalam menyampaikan Rencana Penarikan Dana dengan Aplikasi Forecasting Satker (AFS);
E. Lambat dalam proses pengadaan barang/jasa sesuai Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
F. Validasi SSP oleh KPA/Pejabat lain yang ditunjuk tidak dilakukan dengan tanda tangan basah.
Kurap (Kurang Rapi):
A. Berkas SPM tidak disusun dengan baik sesuai dengan persyaratan yang ditentukan;
B. SPM TUP diberi tanggal mendahului Surat Persetujuan TUP dari Kepala KPPN/Kepala Kanwil DJPB;
C. Persyaratan SPM tidak lengkap dan/atau sebaliknya terlalu lengkap dengan melampirkan dokumen yang tidak dipersyaratkan (Misalnya: Surat Permintaan Pembayaran, Surat Pernyataan, SPTB untuk SPM-LS pada POLRI);
D. Terdapat cacat penulisan pada SSP dan/atau dokumen lainnya.
Kutil (Kurang Teliti):
A. Hardcopy & Softcopy SPM tidak sama;
B. Penggunaan Kode Akun yang keliru;
C. Pengisian elemen data pada SPM dan lampirannya tidak tepat dan tidak lengkap;
D. Kesalahan rekening penerima pembayaran (RETUR SP2D)
Kuman (Kurang Iman):
A. Pemalsuan SSP/SSBP/SSPB;
B. Pengeluaran fiktif
C. Pemalsuan SPM (tanda tangan bukan tanda tangan basah, tanda tangan hasil scan atau fotocopy, tanda tangan asli tapi palsu/aspal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar